Pagi ini anakku tertidur lelap. Semalam juga tidak banyak bangun. Padahal biasanya sering bangun minta ASI. Aku sedikit khawatir, takut dia dehidrasi. Hari ini genap 28 hari usia anakku. Alhamdulillah luar biasa perkembangannya. Anakku sudah mulai mengenali sumber suara, dia akan segera bereaksi saat dipanggil namanya. Pandangan matanya juga sudah mulai terarah dan berusaha mengikuti gerak obyek yang dilihatnya.
Bobot lahirnya 2 kg, sehingga dokter merekomendasikan untuk tidak banyak berhubungan dengan orang luar dulu, alhasil saat pulang ke rumah suamiku tidak mengijinkan para tetangga untuk menengok, sehingga banyak yang memandang kasihan terhadapnya. Tapi aku yakin, dengan cinta dan kasih sayangku yang tiada bersyarat, aku yakin anakku akan baik-baik saja. Banyak yang mencibir saat aku tidak memberikan susu formula kepada anakku, resep dari dokter yang memberi rujukan susu formula agar berat badan anakku segera naik sempat aku turuti, tetapi akhirnya susu formula yang harganya lumayan itu aku diamkan. Aku tidak memberikan susu formula pada anakku bukan berarti aku tidak mampu membelinya. Aku tidak memberinya susu formula bukan berarti ingin berhemat, meski ada beberapa orang yang menganggapnya begitu. Rasanya hatiku tidak rela melihat anakku menyusu dari botol dan berisi susu formula. Aku yakin, ASI tetap yang terbaik buat anakku.
Berat memang menahan rasa kantuk yang mendera saat dini hari, tetapi terbayar sudah saat anakku dengan bersemangat meminum ASI, meski harus terkantuk-kantuk semua tiada arti, karena aku harus segera memberinya ASI saat dia merasa haus dan lapar.